Pembahasan Karya ilmiah merupakan teks nonfiksi, dengan ciri-ciri sebagai berikut: Tulisan yang dibuat harus mengacu pada teori. Teori dibutuhkan sebagai landasan berfikir dalam pembahasan suatu masalah. Harus lugas, artinya tidak emosional, tidak kritis, dan tidak menimbulkan Interprestasi lain. Hal ini harus diperhatikan dengan baik.
Penulismelakukan kajian berdasarkan teori-teori tersebut. 5. Tulisan harus relevan dengan disiplin ilmu tertentu, artinya tulisan ilmiah itu ditlis oleh seseorang yang menguasai suatu bidang ilmu tertentu. 6. Memiliki sumber penopang yang mutakhir, artinya tulisan ilmiah harus mempergunakan landasan teori berupa teori mutakhir (baru). 7.
1 Tujuan penulisan karya ilmiah adalah untuk melatih ide tersurat atau dapat menghasilkan penelitian dalam bentuk karya ilmiah yang tersusun secara sistematis dan metodologis. 2. Tujuan penulisan
Kerangkateoritis suatu penelitian dimulai dengan mengidentifikasi dan nengkaji berbagai teori yang relevan serta diakhiri dengan pengajuan hipotesis. Bahwa produk akhir dari proses pengkajian kerangka teoritis ini adalah perumusan hipotesis harus merupakan pangkal dan tujuan dari seluruh analisis. Metodologi Penelitian
MenulisPendahuluan Artikel Ilmiah Itu Mudah, Perhatikan 4 Hal Ini. Pendidikan. Sumber ilustrasi: PEXELS/McElspeth. Menulis artikel ilmiah menjadi prasyarat bagi mahasiswa untuk menyelesaikan masa studi mereka dan bagi akademisi, menulis artikel ilmiah merupakan salah satu sarana dalam mempublikasikan hasil penelitian maupun pengabdian masyarakat.
Pembahasan Mengapa Penulisan Karya Ilmiah Harus Relevan Dengan Disiplin Ilmu Peneliti Karya ilmiah dihasilkan dengan pemikiran sistematis, disusun dalam satu urutan yang teratur, logis dan benar. Oleh karena itu, seseorang penulis karya ilmiah harus memiliki landasan teori yang kuat.
penulisankarya ilmiah harus relevan dengan disiplin ilmu peneliti karena landasarn teori yang digunakan harus bisa dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Pembahasan Karya ilmiah dihasilkan dengan pemikiran sistematis, disusun dalam satu urutan yang teratur, logis dan benar.
Sedangkandari segi manfaat fungsional, karya ilmiah sebagai media untuk mengembangkan ilmu pengetahuan dari berbagai perspektif. Sekaligus sebagai pendukung bahan pustaka dan sangat berperan untuk kepentingan disiplin ilmu, tentunya banyak cabang ilmu. Baca juga : 9 Situs Jurnal Internasional Untuk Referensi Karya Ilmiah
yakni (1) prinsip dasar penulisan karya ilmiah, dan (2) struktur penulisan karya ilmiah. Modul 1 ini disajikan dalam dua kegiatan belajar. Pada Kegiatan Belajar 1 diuraikan apa yang dimaksud dengan pengertian karya ilmiah, fungsi karya ilmiah, dan karakteristik karya ilmiah. Kegiatan Belajar 2 akan membahas struktur penulisan, manfaat struktur
Kerangkateoritis suatu penelitian dimulai dengan mengidentifikasi dan nengkaji berbagai teori yang relevan serta diakhiri dengan pengajuan hipotesis. Bahwa produk akhir dari proses pengkajian kerangka teoritis ini adalah perumusan hipotesis harus merupakan pangkal dan tujuan dari seluruh analisis.
3aiZG.
PPT PENYUSUNAN HASIL PENELITIAN, PEMBAHASAN, KESIMPULAN DAN SARANPPT PENYUSUNAN HASIL PENELITIAN, PEMBAHASAN, KESIMPULAN DAN SARANPPT PENYUSUNAN HASIL PENELITIAN, PEMBAHASAN, KESIMPULAN DAN SARANPPT PENYUSUNAN HASIL PENELITIAN, PEMBAHASAN, KESIMPULAN DAN SARANRelated PapersTugas Metodologi Penelitian Dosen Pengampu Dr. Wirmie Eka Putra, CIQnR. NamaLatresia Aprilia br Sitepu NIM C1C020062 KelasR-10 AkuntansiOkta Adi Saputra C1C020014KATA SAMBUTAN PIMPINAN STIDKI AL HAMIDY BANYUANYAR Pada umumnya ilmuwan memiliki dan menganut standar sistem penulisan karya ilmiah, meskipun begitu sebagian ilmuwan tertentu juga memiliki standar yang berlaku khusus gaya selingkung. Gaya selingkung secara sengaja membentuk karakter ilmiah tertentu guna menuju efektivitas dalam mengkomunikasikan temuan-temuan baru. Buku pedoman penulisan karya ilmiah ini, ditulis untuk menegaskan kebakuan gaya selingkung masyarakat ilmiah di lingkungan Stidki Al Hamidy. Keberadaannya dilahirkan oleh Surat Keputusan Rektor nomor 91/ tentang penetapan berlakunya pedoman penulisan karya ilmiah ini di Universitas Islam Malang. Sebuah surat keputusan Rektor tentu saja harus ditaati atau dilaksanakan oleh seluruh sivitas Universitas Islam Malang yang melakukan kegiatan penulisan ilmiah. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, pedoman berarti “kumpulan ketentuan dasar yang memberi arah bagaimana sesuatu harus dilakukan”. Karenanya pedoman penulisan karya ilmiah ini dimaksudkan sebagai kumpulan ketentuan dasar tentang tatacara penulisan karya ilmiah yang bersifat umum di tingkat Universitas dan dapat diimplementasikan di seluruh bidang ilmu yang dikembangkan pada semua program studi. Sudah barang tentu tidak termasuk ketentuan khusus/spesifik bagi bidang ilmu tertentu yang tidak bisa diimplementasikan secara universal. Pedoman penulisan karya ilmiah yang berlaku secara umum ini diharapkan segera di tindaklanjuti dengan petunjuk panduan penulisan karya ilmiah yang mengatur secara spesifik pada bidang ilmu di masing-masing program studi di tingkat fakultas. Arti kata petunjuk menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah “panduan untuk menapaki suatu pekerjaan atau pengarah jalan agar tidak tersesat.‟Petunjuk penulisan karya ilmiah sungguh relevan untuk menyatakan ketentuan tentang langkah-langkah kongkrit yang harus dijadikan arah agar penulisan karya ilmiah tidak keliru. Jadi ketentuan-ketentuan umum di tingkat Universitas termuat pada buku pedoman penulisan karya ilmiah ini, sedangkan arah langkah-langkah kongkrit agar penulisan karya ilmiah tidak menyimpang dari tradisi keilmuan pada bidang ilmu di masing-masing program studi di tingkat Fakultas termuat pada buku petunjuk/panduan penulisan karya ilmiah. Secara khusus disampaikan terimakasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada penyusun buku pedoman ini yakni Subairi, sebagai Ketua Program Studi Komonikasi dan Penyiaran Islam. Puji syukur alhamdulillah dan suatu kebanggaan tersendiri buku ini telah dapat diterbitkan dengan „sempurna‟, kendati begitu kemungkinan buku pedoman ini masih banyak kekurangan/kelemahan. Karena itu pimpinan STIDKI AL HAMIDY BANYUANYAR bidang Akademik dan Kemahasiswaan mengundang para pembaca/pemerhati untuk lebih mencermati dan memberikan saran masukan untuk penyempurnaan buku pedoman ini lebih lanjut. Akhirnya mudah-mudahan buku ini Kuliah Metodelogi Penelitian Dosen Pengampu Dr. Wirmie Eka Putra, Nama Ummul Aimanah Nim C1C020076
Pengertian karya Ilmiah Menurut Para AhliMacam-macam karya Ilmiah 1. Makalah 2. Skripsi 3. Kertas kerja4. Tesis Manfaat Karya Ilmiah Fungsi karya Ilmiah Struktur Karya Ilmiah1. Bentuk Populer2. Bentuk Semiformal3. Bentuk Formal Langkah-Langkah Menulis Karya Ilmiah1. Menentukan Tema atau Topik Penelitian2. Membuat Outline/Kerangka Penelitian3. Mengumpulkan Bahan4. Survei Lapangan5. Membangun Bibliografi6. Menyusun Hipotesis7. Menyusun Rancangan Penelitian8. Melaksanakan Percobaan Berdasarkan Metode yang Direncanakan9. Melaksanakan Pengamatan dan Pengumpulan Data10. Menganalisis dan Menginterpretasikan Data11. Merumuskan Kesimpulan dan Teori Langkah-langkah menulis karya ilmiah – Menulis karya ilmiah sudah menjadi salah satu kewajiban seorang pengajar. Selain sebagai salah satu syarat untuk naik jabatan, menulis karya ilmiah juga menjadi tanggung jawab para akademisi untuk perkembangan pengetahuan. Menulis karya ilmiah tidak sama dengan menulis artikel non ilmiah pada umumnya. Menulis karya ilmiah berarti kita membuat suatu penelitian yang ilmiah dan bisa dipertanggungjawabkan. Untuk itu tidak bisa sembarangan dalam menulis karya ilmiah ini. Tapi yang harus ditekankan, bukan berarti sebuah karya tulis ilmiah non penelitian itu kualitas keilmuannya diragukan, lho. Perlu diketahui bahwa suatu karya ilmiah berkualitas atau tidak bukan berdasarkan penelitian atau non penelitian. Namun dari seberapa tajam analisisnya dan seberapa kuat justifikasi kesimpulannya klaim keilmuannya berdasarkan dari data teoritis maupun empiris terpercaya yang dipaparkan oleh penulis. Pengertian karya Ilmiah Menurut Para Ahli Menurut Eko Susilo, karya ilmiah atau karya ilmiah adalah karya tulis yang dari penyusunannya didasarkan pada penelitian, pengamatan, dan pemantauan terhadap cabang ilmu atau bidang tertentu. Dari segi penyusunan, karya ilmiah disusun berdasarkan metode yang tersistematis, dari segi penggunaan bahasa pun menggunakan bahasa yang sopan dan baku. Dari segi isi, juga bisa dipertanggungjawabkan kebenaran dan keilmiahannya. Menurut Dwiloka dan Riana, karya ilmiah adalah karya tulis yang ditulis oleh seorang ilmuwan yang didasarkan pada latar belakang penguasaan ilmunya. Dimana karya ilmiah yang ditulis untuk membangun ilmu pengetahuan dan teknologi berdasarkan penelitian ataupun kajian literatur, termasuk juga pengalaman yang sudah pernah dirasakan oleh peneliti. Sedikit berbeda dengan pendapat Brotowidjoyo, yang mengartikan bahwa karya ilmiah adalah monografi yang ditulis dengan cara menyajikan fakta. Dari segi penulisan juga disusun berdasarkan metodologi. Macam-macam karya Ilmiah Jika sudah memahami sekilas tentang pengertian karya ilmiah dari para tokoh, ternyata karya ilmiah memiliki beberapa macam. Barangkali ada yang masih bingung, sebenarnya bentuk dari karya ilmiah itu apa saja sih? Berikut ada tiga macam karya ilmiah. 1. Makalah Saat menyebutkan makalah, pastinya Anda sudah tidak asing lagi bukan? Jadi makalah salah satu karya ilmiah. Secara isi, mengulas topic atau permasalahan yang disertai dengan pembahasan lengkapnya. Proses pembuatan makalah pun dibuat berdasarkan data yang telah diperoleh di lapangan yang sifatnya empiris-objektif. Dengan kata lain, makalah bentuk dari karya tulis ilmiah yang dapat dipertanggungjawabkan. 2. Skripsi Macam karya ilmiah yang kedua adalah skripsi. Pastinya Anda sudah tahu jenis ini. dari segi pengambilan data dan penulisan pun juga berdasarkan pada hasil penelitian ataupun kajian yang dilakukan penulis. seperti yang Anda tahu, penulisan skripsi dibuat oleh mahasiswa Strata 1, dimana penulisan skripsi bentuk dari syarat kelulusan. 3. Kertas kerja Kertas kerja juga termasuk karya ilmiah, karena dari segi penyajian isi berisi data-data yang dapat dipertanggungjawabkan. Bedanya, kertas kerja ditulis lebih mendetail dan lebih tuntas dibandingkan penulisan makalah. Jadi sumber referensi kertas kerja ini berisi topic tertentu, misalnya mengambil dari materi seminar dan semacamnya. 4. Tesis Sebenarnya hampir mirip dengan penulisan skripsi, tesis juga termasuk karya ilmiah yang diperuntukan untuk mahasiswa yang mengambil pascasarjana S2. Dari segi isi, tentu saja tesis ditulis berdasarkan kajian, penelitian dan hipotesis yang diangkat oleh penulis. tesis ini hanya ditulis oleh mahasiswa pasca sarjana sebagai syarat untuk kelulusan gelar magister. Manfaat Karya Ilmiah Melihat manfaat karya ilmiah, sebenarnya memiliki peranan yang cukup besar. Jadi karya ilmiah tidak sekedar sebagai tugas dari pihak kampus atau instansi saja. tetapi memiliki fungsi untuk pendidikan juga. Setidaknya ada tiga manfaat diantaranya berperan untuk penelitian, kedua berperan untuk pendidikan dan memiliki fungsi fungsional. Manfaat karya ilmiah di dunia pendidikan berperan untuk memberikan pengalaman bagi penulisnya. Dimana dari penulisan karya ilmiah, penulis saat membaca sumber referensi untuk mendukung karya ilmiah, mereka mendapatkan banyak perspektif dan banyak ilmu yang akan mendukung secara akademik penulis. Sedangkan dari segi fungsi penelitian, tentu saja akan menawarkan variasi dan ragam model hasil penelitian. Semakin banyak koleksi penelitian, menunjukan bahwa Negara tersebut semakin baik masyarakatnya. Karena dari hasil penelitian akan memperkaya ilmu pengatahuan sekaligus sebagai media transformasi kepada regenerasi kita. Sedangkan dari segi manfaat fungsional, karya ilmiah sebagai media untuk mengembangkan ilmu pengetahuan dari berbagai perspektif. Sekaligus sebagai pendukung bahan pustaka dan sangat berperan untuk kepentingan disiplin ilmu, tentunya banyak cabang ilmu. Baca juga 9 Situs Jurnal Internasional Untuk Referensi Karya Ilmiah Cara Menulis Abstrak Karya Tulis Ilmiah, Skripsi, dan Paper Pengertian Essay Tujuan, Struktur, Cara Membuat dan Contoh Lengkapnya Fungsi karya Ilmiah Buat Anda yang bertanya-tanya, sebenarnya fungsi karya ilmiah memiliki fungsi seberapa besar sih? Tentu saja ada banyak sekali fungsi yang bisa dirasakan. Diantaranya untuk penyelesaian atau solusi terhadap permasalahan yang sedang dihadapi oleh masyarakat. Misalnya di ranah pertanian, banyak yang kesulitan dan tidak bisa gimana caranya budidaya sukulen. Nah, kemudian dilakukan penelitian di bidang tersebut, dan ditemukan solusi atau formula mudah membudidaya sukulen. Sehingga banyak penghobi sukulen bisa merawat tanaman jenis sukulen lewat penelitian yang dikemas dalam penelitian. Adapun fungsi lain, yaitu berfungsi untuk prediksi. Seperti yang Anda tahu, sebuah penelitian selain menjadi solusi, juga sebenarnya melakukan prediksi terhadap sesuatu hal yang belum diketahui jawabannya. Sehingga ada tindakan preventif atau antisipasi untuk melakukan pencegahan. karya ilmiah ternyata juga dapat dijadikan sebagai kontrol terhadap pernyataan atau masalah yang belum diketahui kebenarannya. Dengan kata lain, karya ilmiah sebagai upaya untuk mendapatkan kepastian jawaban terkait dengan pertanyaan dan permasalahan yang sedang dihadapi. Secara singkat, karya ilmiah dapat disimpulkan bahwa memiliki beberapa peranan, yaitu sebagai kontrol, sebagai solusi, dan sebagai ramalan. Baca juga Cara Mengubah Karya Ilmiah Dalam Bentuk Buku Ajar Pengertian Tinjauan Pustaka, Manfaat, Cara Membuat dan Contoh Lengkap Hipotesis Penelitian Pengertian, Jenis-Jenis, dan Contoh Lengkap Struktur Karya Ilmiah Langkah-langkah menulis karya ilmiah yang baik, beberapa struktur ini harus Anda perhatikan terlebih dahulu. 1. Bentuk Populer Karya ilmiah bentuk ini sering disebut karya ilmiah populer. Bentuknya adalah pilihan. Karya ilmiah bentuk ini bisa diungkapkan dalam bentuk karya ringkas. Ragam bahasanya bersifat santai populer. Karya ilmiah populer umumnya dijumpai dalam media massa, seperti koran atau majalah. Istilah populer digunakan untuk menyatakan topik yang akrab, menyenangkan bagi populus rakyat atau disukai oleh orang kebanyakan karena gayanya yang menarik dan bahasanya mudah dipahami. Kalimat-kalimatnya sederhana, lancar, namun tidak berupa senda gurau dan tidak pula bersifat fantasi rekaan. 2. Bentuk Semiformal Karya ilmiah bentuk ini biasanya sudah tersusun dari beberapa bab, diantaranya adalah halaman judul, kata pengantar, daftar isi, pendahuluan, pembahasan, kesimpulan, dan daftar pustaka. Bentuk karya ilmiah sejenis ini umumnya digunakan di berbagai laporan biasa dan makalah. 3. Bentuk Formal Lain halnya dengan karya ilmiah berbentuk formal. Tulisan ini tentu lebih lengkap dan terstruktur. Karya ilmiah bentuk formal disusun dengan memenuhi unsur-unsur kelengkapan akademis secara lengkap, seperti dalam skripsi, tesis, atau disertasi. Unsur-unsur karya ilmiah bentuk formal, meliputi hal-hal sebagai berikut. Judul Tim pembimbing Kata pengantar Abstrak Daftar isi Bab pendahuluan Bab telaah kepustakaan/kerangka teoritis Bab Metode penelitian Bab Pembahasan hasil penelitian Bab Kesimpulan dan rekomendasi Daftar pustaka Lampiran-lampiran Riwayat hidup Langkah-Langkah Menulis Karya Ilmiah Meskipun terdiri dari tiga bentuk yang berbeda, secara garis besar dalam menyusun karya ilmiah langkah-langkahnya tetap sama. Yang membedakan hanyalah struktur susunan tulisannya. Maka untuk menulis karya ilmiah yang baik, langkah-langkah yang harus kita tempuh adalah sebagai berikut. Mau menulis buku? Anda wajib punya panduan iniGRATIS! Ebook Panduan Menulis Buku [PREMIUM] 1. Menentukan Tema atau Topik Penelitian Langkah-langkah menulis karya ilmiah yang pertama adalah Anda harus menentukan tema penelitian. Penentuan topik ini sangat penting dalam penulisan karya ilmiah. Sebab topik adalah inti utama dari seluruh isi tulisan yang hendak disampaikan kepada pembaca. Wahab 19944 menyebutkan bahwa yang dimaksud topik adalah bidang medan atau lapangan masalah yang akan digarap dalam karya tulis atau penelitian. Sementara itu, tema diartikan sebagai pernyataan sentral atau pernyataan inti tentang topik yang akan ditulis. Topik yang memang masih terlalu luas harus dibatasi menjadi sebuah tema. Hal-hal yang perlu dipertimbangkan dalam pemilihan topik karya ilmiah adalah Isu-isu yang masih hangat Peristiwa-peristiwa nasional atau internasional Sesuatu benda, karya, orang, dan lain-lain yang dikaitkan dengan permasalahan politik, pendidikan, agama, dan lain-lain Pengalaman-pengalaman pribadi yang berbobot 2. Membuat Outline/Kerangka Penelitian Langkah-langkah menulis karya ilmiah sebaiknya menggunakan outline atau kerangka penelitian. Outline karya tulis ini berperan sebagai pemandu saat Anda melakukan proses penulisan karya ilmiah supaya tulisan tidak melebar jauh dari topik yang sudah ditentukan. Outline tulisan ilmiah disusun secara hierarki untuk menunjukkan garis besar cakupan dan haluan tulisan yang berupa topik utama judul dan bab serta poin-poin pentingnya yang disusun dalam Sub BAB hingga anak Sub BAB. Langkah ini penting dilakukan supaya karya tulis ilmiah Anda memiliki haluan/pedoman yang jelas. Lalu bagaimana jika kita sudah menulis outline terus tiba-tiba ada ide baru penunjang topik tulisan? Jika hal tersebut terjadi, Anda tidak dilarang untuk menambahkan pada poin-poin outline yang sudah disusun. Pada dasarnya tujuan outline ini kan mempermudah proses penulisan alur dan mengembangkan tulisan hingga terperinci, maka jika ada ide yang muncul, Anda bisa langsung tahu dimana letak penambahan maupun pengurangan muatan isi tulisan Anda. Dengan adanya outline ini tandanya tulisan ilmiah yang sedang Anda buat ini ditulis dengan perencanaan yang matang. Baca juga Aturan Penulisan Karya Ilmiah Penelitian Kuantitatif Pengertian, Tujuan, Jenis-Jenis, dan Langkah Melakukannya Instrumen Penelitian Pengertian, Jenis-Jenis, dan Contoh Lengkap 3. Mengumpulkan Bahan Setelah poin-poin outline tersusun dengan rapi, penulis dapat mulai mengumpulkan bahan. Bahan bisa didapatkan dari berbagai media cetak maupun elektronika. Bahan-bahan tersebut dikumpulkan terutama yang relevan dengan topik dan tema yang akan ditulis. Pemilihan bahan yang relevan ini bisa dengan cara membaca atau mempelajari bahan secara sepintas serta menilai kualitas isi bahan. Anda dapat mencari bahan referensi bahan dari jurnal, disertasi, manuskrip, atau karya terpercaya dan berkualitas lainnya. Pada prinsipnya mencari bahan literatur Anda jangan hanya terpaku pada satu sumber rujukan saja. Anda harus membuka diri untuk mencari referensi di tempat lain dengan metode berbeda agar sumber rujukan tulisan Anda semakin beragam. 4. Survei Lapangan Langkah ini adalah melakukan pengamatan atas obyek yang diteliti. Menetapkan masalah dan tujuan yang akan diteliti dan dijadikan karya ilmiah. Langkah ini merupakan titik acuan Anda dalam proses penulisan atau penelitian. 5. Membangun Bibliografi Bibliografi berarti kegiatan teknis membuat deskripsi untuk suatu cantuman tertulis atau pustaka yang telah diterbitkan, yang tersusun secara sistematik berupa daftar menurut aturan yang dikehendaki. Dengan demikian tujuan bibliografi adalah untuk mengetahui adanya suatu buku/pustaka atau sejumlah buku/pustaka yang pernah diterbitkan. 6. Menyusun Hipotesis Langkah ini adalah menyusun dugaan-dugaan yang menjadi penyebab dari objek penelitian Anda. Hipotesis ini merupakan prediksi yang ditetapkan ketika Anda mengamati obyek penelitian. 7. Menyusun Rancangan Penelitian Merupakan kerangka kerja bagi penelitian yang dilakukan. Menyusun rancangan penelitian sebagai langkah ketiga dari langkah-langkah menulis karya ilmiah. Ini merupakan kerangka kerja bagi penelitian yang dilakukan. 8. Melaksanakan Percobaan Berdasarkan Metode yang Direncanakan Langkah ini merupakan kegiatan nyata dari proses penelitian dalam bentuk percobaan terkait penelitian yang dilakukan. Anda lakukan percobaan yang signifikan dengan objek penelitian Baca juga Cara Mengubah Karya Ilmiah Dalam Bentuk Buku Ajar 90+ Contoh Rumusan Masalah untuk Penelitian, Skripsi, dan Karya Ilmiah Metode Penelitian Kualitatif Pengertian Menurut Ahli, Jenis-Jenis, dan Karakteristiknya 9. Melaksanakan Pengamatan dan Pengumpulan Data Setelah melakukan percobaan atas obyek penelitian dengan metode yang direncanakan, maka selanjutnya Anda melakukan pengamatan terhadap objek percobaan yang dilakukan tersebut. 10. Menganalisis dan Menginterpretasikan Data Langkah ini menganalisis dan menginterpretasikan hasil pengamatan yang sudah dilakukan. Anda coba untuk menginterpretasikan segala kondisi yang terjadi pada saat pengamatan. Di langkah inilah Anda mencoba untuk meneliti dan memperkirakan apa yang terjadi dari pengamatan dan pengumpulan data. 11. Merumuskan Kesimpulan dan Teori Langkah ini merumuskan kesimpulan atau teori mengenai segala hal yang terjadi selama percobaan, pengamatan, penganalisaan dan penginterpretasian data. Langkah ini mencoba untuk menarik kesimpulan dari semua yang didapatkan dari proses percobaan, pengamatan, penganalisaan, dan penginterpretasian terhadap objek penelitian. Baca juga 4 Tips Menulis Abstrak Pada Karya Ilmiah Apakah Anda sedang atau ingin menulis buku? Dengan menjadi penulis penerbit buku Deepublish, buku Anda kami terbitkan secara GRATIS. Anda cukup mengganti biaya cetak. Silakan daftar menjadi penulis atau Anda bisa langsung kirim naskah dengan mengikuti prosedur berikut pada situs kami. Jika Anda ingin mengetahui lebih banyak tentang buku karya ilmiah, Anda dapat melihat artikel-artikel kami berikut Tanpa Disadari, Inilah 5 Manfaat Membuat Buku Karya Ilmiah Cara Membuat Jurnal Agar Layak Menjadi Referensi Karya Tulis Teknik Menulis Plagiarisme Itu Tabu dalam Karya Ilmiah Dosen 2 Tips Teknik Menulis Menghindari Plagiarisme dalam Karya Ilmiah Buku Karya Ilmiah yang Baik – 8 Asas Penulisan Wajib Dikuasai Jika Anda mempunyai BANYAK IDE, BANYAK TULISAN, tapi BINGUNG bagaimana caranya MEMBUAT BUKU, gunakan fasilitas KONSULTASI MENULIS dengan TIM PROFESSIONAL kami secara GRATIS!