Kehadirandan manfaat buah kersen, menginspirasi Inisiator dan Ketua Dewan Pembina Dompet Dhuafa, Parni Hadi. Berikut sebuah karya puisi berjudul 'Buah Kersen', oleh Parni Hadi: Buah Kersen Buah kersen yang jatuh di rerumputan, sisa yang tak termakan burung burung liar. Mereka berjasa menebar benih kersen tanpa sadar.
NamunDompet Dhuafa masih banyak kekurangannya. Terakhir Dompet Dhuafa minta kekuatan kepada Allah SWT. Dalam bahasa ibu, Matur Nuwun, Mohon Ampun, Mohon Dituntun. Saya harap ini jadi pedoman kita," sambung Parni Hadi. Kemeriahan Milad 29 Tahun Dompet Dhuafa masih akan berlanjut dengan berbagai rangkaian kegiatan menarik di dalamnya.
BantenNews | Journalism | Jakarta Persaudaraan Jurnalis Muslim Indonesia (PJMI) menggelar Musyawarah Nasional (Munas) III bertema "Meneguhkan Peran Jurnalis Muslim di era Digital dan Medsos agar Mampu Menjawab Tantangan Zaman", kegiatan Munas tersebut dilaksanakan di The Bridge Function Room Hotel Horizon, Jakarta pada Kamis, 4 Agustus 2022 pagi. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan
TablighAkbar Dompet Dhuafa diselenggarakan di Ciputat pada Hari Senin, 4 November 2013.Dengan Pembicara:- Bpk. Parni Hadi (Dewan Pembina Dompet Dhuafa)- Jam
KetuaDewan Pembina dan Pendiri Dompet Dhuafa, Parni Hadi mengatakan, kegiatan tersebut merupakan sinergi dengan sejumlah cendekiawan Muslim dan budayawan di Indonesia sekaligus momentum peluncuran Mocopot Nusantara. Lewat kolaborasi itu, Dompet Dhuafa berusaha merawat budaya leluhur bangsa di era milenai, yang kental sebagai penguat dakwah.
ANTARA/Muhammad Zulfikar) Jakarta (ANTARA) - Inisiator sekaligus Ketua Pembina Dompet Dhuafa Parni Hadi mengatakan untuk memberantas kemiskinan di tengah masyarakat dapat dimulai dari proses pembangunan suatu bangsa.
MenurutParni Hadi, kerja sama yang dilakukan bisa dalam berbagai bentuk, mulai dari yang sederhana maupun yang lebih konkret lagi. Misalnya, dalam bentuk layanan ambulans gratis dengan mencantumkan nama PMI Cabang Banyumas dan Dompet Dhuafa pada kendaraan tersebut, atau pembangunan Rumah Sakit (RS).
REPUBLIKACO.ID, JAKARTA -- Pendiri Dompet Dhuafa Parni Hadi berterima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung Dompet Dhuafa selama 23 tahun. Dukungan yang luas tersebut kini berbuah manis dengan penghargaan yang diterima Dompet Dhuafa yakni The Ramon Magsaysay Award 2016."Alhamdulillah, terima kasih kepada semua teman-teman telah memberikan public trust, award ini bukan karya
KetuaDewan Pembina Dompet Dhuafa Parni Hadi mengatakan bahwa Gerakan Perempuan Menulis dapat ikut membantu mencerdaskan kaum perempuan di
Jakarta(RL) - Krisis ekonomi akibat Pandemi Covid-19, telah menyentuh semua lapisan masyarakat, tidak terkecuali masyarakat pers yang masih bekerja di perusahaan media, maupun yang sudah purnakarya. Ini membuat pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat bekerja sama dengan Dompet Dhuafa untuk menyalurkan bantuan bahan pangan kepada masyarakat pers di lingkungan PWI.
JaeM. - The Jakarta Post Jakarta, Indonesia ● Tue, July 3, 2018 2018-07-03 1125 1809 a7124a1e87885b91d244660f9ec00052 4 Inforial Free The reality of poverty taking hold of so many in this country has become a special concern for the Republika daily newspaper. Its coverage on the extent of poverty in Indonesia has had a profound impact on the nation's conscience. It inspired Parni Hadi, who was the paper's editor-in-chief at the time, to initiate and established a program called Dompet Dhuafa, designed to collect various forms of alms and raise funds for planned programs that empower the poor. In its very first year, Dompet Dhuafa collected a modest Rp 425,000 US$30 in donations. This marked the start of the program's long history in committing itself to empowering others. In 25 years of collaborations and partnerships, Dompet Dhuafa has grown in its fight against poverty and efforts to empower the poor. . ./. Since 1993, Dompet Dhuafa has helped more than 16 million people with the initiative's five pillars of empowerment. It has also helped the thousands of volunteers who have taken part in spreading the good will of Dompet Dhuafa. What started off as a program to eradicate loan sharks in collaboration with the Association of Indonesian Muslim Intellectuals ICMI in Bandung, West Java, is now continuing to empower others through the aforementioned pillars, namely, education, economy, social and cultural development, health and dakwah religious proselytizing. "Dompet Dhuafa is an Islamic philanthropy organization that is devoted to empowering the poor through compassionate socio-technopreneurship," said Parni Hadi, initiator, founder and patron of the Dompet Dhuafa Republika Foundation. Today, the desire to empower others continues at Dompet Dhuafa. People work together toward the organization's goal to synergize and keep alive the spirit of spreading kindness throughout society. This goal serves as a motivation for people at the organization to keep serving the poor and helping them grow and be empowered. Seeing poor people smile and become empowered is a reward unto itself. One example of a success story in this regard is of Ratmi, a lurik striped woven material craftworker in Tlingsing, Klaten, Central Java, who started as a Dompet Dhuafa beneficiary and now makes materials that are coveted by designers both locally and abroad. . ./. "Praise be to God, ever since we received assistance in capital, training and guidance, the quality of our lurik has improved. Thank you for your support and may the lurik of Tlingsing become more popular around the world," Ratmi said. All these efforts to empower the poor are framed within Dompet Dhuafa's motto of Care, Collaboration and Diversity throughout its 25 years of spreading kindness. With the blessings of the Almighty and with increasing public trust, much has been accomplished. Still, much more remains to be done in the next 25 years. Dompet Dhuafa continues to invite the public to show their willingness to empower others. A thank you goes to all the donors and the people of Indonesia for helping and supporting Dompet Dhuafa reach its goals. . ./.
Number of Organizations that the person foundedAlgorithmic rank assigned to the top 100,000 most active PeopleThe person's primary job titleThe organization associated to the person's primary jobWhere the person is located Europe, Menlo Park, ChinaWhere the person is located San Francisco Bay Area, Silicon ValleyA Person's genderTotal number of current Jobs the person hasHub Name Name of the HubCB Rank Hub Algorithmic rank assigned to the top 100,000 most active Hubs
– Ketua Dewan Pembina Yayasan Dompet Dhuafa yaitu Parni Hadi mengatakan, kemiskinan mampu menyebabkan bencana, khususnya di wilayah perkotaan. "Kemiskinan itu penyebab bencana karena itu saya rumuskan trilogi program baru Dompet Dhuafa hari ini. Pertama adalah bangun desa supaya orang tidak terdorong jadi buruh murah di kota,” kata Parni, dikutip dari keterangan persnya, Minggu 3/7/2022.Hal itu disampaikan Parni dalam gelaran Milad ke-29 Dompet Dhuafa di Gedung Philanthropy Dompet Dhuafa, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Sabtu 2/7/2022. Kedua, lanjutnya, adalah menanggulangi kemiskinan perkotaan karena kemiskinan berpindah ke perkotaan. Ketiga adalah siaga hadapi bencana perkotaan atau urban disaster management UDM. “Opsinya adalah bisa dengan membangun desa wisata. Desa kita bangun, kemiskinan kita tanggulangi dan kurangi, kemudian siaga bencana perkotaan," jelasnya. Baca juga Jakarta Hajatan ke-495, Dompet Dhuafa Gelar Panen Raya Kebun Sehat di Kebayoran Lama Rumusan yang dikemas apik melalui sebuah trilogi itu pun mudah dipahami seluruh pendengar yang hadir dalam kesempatan tersebut. Terkait hal tersebut, Dompet Dhuafa akan melangsungkan penandatanganan kerja sama dengan Badan Nasional Penanganan Bencana BNPB dalam upaya penanganan bencana di perkotaan. Kerja sama tersebut merupakan komitmen Dompet Dhuafa yang tidak ingin terlarut dalam euforia dan tetap ingin memberikan manfaat setiap saat. Lebih lanjut, Parni juga mengajak seluruh insan Dompet Dhuafa terus mengucapkan rasa syukur kepada Allah SWT yang telah memberikan kesempatan pihaknya untuk membantu masyarakat yang membutuhkan hingga saat ini. “Marilah kita semua senantiasa merenungi ungkapan. Dalam Bahasa ibu, saya diajarkan untuk matur nuwun atau berterima kasih melalui ungkapan Alhamdulillah,” ujarnya. Baca juga Bantu Penyintas APG Gunung Semeru, Dompet Dhuafa Dirikan 50 Huntara Untuk yang kedua, lanjutnya, adalah memohon ampun dengan Astaghfirullah. Ketiga adalah memohon tuntunan dengan la haula wa la quwwata illa billah. “Mengapa? Karena kita telah diberi ridho dari Allah sehingga Dompet Dhuafa telah tumbuh selama 29 tahun. Namun, Dompet Dhuafa masih banyak kekurangannya. Terakhir, Dompet Dhuafa minta kekuatan kepada Allah SWT. Saya harap ini jadi pedoman kita," sambungnya. PJS Ketua Pengurus Yayasan Dompet Dhuafa Republika, Rahmad Riyadi mengatakan, Dompet Dhuafa terlahir dari cinta. Oleh karenanya, tidak salah jika lembaga filantropi Islam ini memiliki buletin bernama Swara Cinta. Setelah menerbitkan bulletin, Dompet Dhuafa menemukan jati diri sebagai lembaga zakat dengan berkonsultasi dulu dengan para ulama. "Waktu awal-awal pencetusannya, rekan-rekan pencetus menanyakan kepada para alim ulama terkait legitimasi zakat dikelola swasta. Dari berbagai upaya dari rekan-rekan, maka usaha ini bisa terwujud. Bahkan, Dompet Dhuafa menjadi yang menginisiasi undang-undang zakat,” katanya. Baca juga Dompet Dhuafa Kirimkan Tim QC ke NTT untuk Cek Kesehatan Hewan Kurban Senada dengan Parni, Rahmad juga mengajak seluruh insan Dompet Dhuafa untuk terus mengevaluasi diri dengan bermuhasabah dan meningkatkan layanan kepada para penerima manfaat. Dia juga berpesan kepada jajaran Dompet Dhuafa untuk selalu menjaga niat hati yang lurus dalam mengabdikan diri membantu masyarakat yang membutuhkan. “Dalam kesempatan 29 tahun Dompet Dhuafa ini, yang perlu kita lakukan adalah muhasabah. Yang pertama tentu bagi eksponen yang ada di Dompet Dhuafa adalah ini bentuk kecintaan terhadap kaum lemah dhuafa. Ini yang harus menjadi titik tolak para amil saat bekerja di Dompet Dhuafa,” katanya. Hal kedua, lanjut Rahmat, Dompet Dhuafa sejatinya bukan hanya lembaga zakat, melainkan juga lembaga yang menerapkan ukhuwah basyariyah, yaitu kemanusiaan. “Hal yang ketiga adalah kita sebagai amil tentu kita perlu mawas diri, mencoba meluruskan niat kita, dan pada kesempatan kali ini disampaikan juga bahwa hasil audit kinerja dan keuangan Dompet Dhuafa kembali dianugerahi WTP Wajar Tanpa Pengecualian," tuturnya. Baca juga Bekerja Sama dengan Komunitas Muslim Selandia Baru, Dompet Dhuafa Hadirkan Pos Gizi di Garut Semangat mengabdi Pada kesempatan tersebut, Ketua Panitia Milad Dompet Dhuafa Dian Mulyadi mengatakan, peringatan Milad ke-29 merupakan perayaan bagi Dompet Dhuafa dalam menebar kebaikan. “Mohon doa dari bapak ibu sekalian yang hadir pada hari ini, mudah-mudahan seluruh rangkaian milad kali ini berjalan lancar dan penuh khidmat,” katanya. Dia juga mengapresiasi dukungan dan kolaborasi semua pihak dalam menyemarakkan dan menyukseskan Milad ke-29 Dompet Dhuafa. Sebagai informasi, Milad 29 Tahun Dompet Dhuafa juga dimeriahkan dengan pertunjukkan vertical rescue dari Tim Srikandi Disaster Management Center DMC Dompet Dhuafa yang membawa baliho berukuran raksasa bergambarkan logo Milad 29 Tahun Dompet Dhuafa dari atas Gedung Philanthropy. Selain itu, dilakukan pula prosesi potong tumpeng sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT atas berbagai keberhasilan capaian Dompet Dhuafa selama ini. Baca juga Meriahkan HUT Ke-495 Kota Jakarta, DMC Dompet Dhuafa Kampanyekan Tanggap Darurat di Daerah Perkotaan Prosesi pemotongan tumpeng dilakukan Inisiator dan Ketua Dewan Pembina Yayasan Dompet Dhuafa yaitu Parni Hadi yang disaksikan langsung seluruh jajaran manajemen dan pengurus Dompet Dhuafa. Kemeriahan Milad 29 Tahun Dompet Dhuafa masih akan berlanjut dengan berbagai rangkaian kegiatan menarik di dalamnya. Setelah acara milad di Gedung Philanthropy Dompet Dhuafa, digelar pula Fun Walk di Car Free Day CFD Jakarta, pada Minggu 3 Juli 2022. Selanjutnya, rangkaian tersebut akan ditutup dengan syukuran oleh seluruh insan Dompet Dhuafa di Gedung Philanthropy pada Senin 4 Juli 2022. Acara pada hari ini turut diisi dengan pembacaan puisi renungan karya Parni Hadi. Puisi ini menjelaskan bagaimana trilogi kemiskinan dan bencana yang telah dijelaskan dalam sambutan puisi ini harus menjadi renungan bagi seluruh insan Dompet Dhuafa dan masyarakat Indonesia. Baca juga Lewat Kurbanaval 2022, Dompet Dhuafa Tebar Hewan Kurban ke Pelosok Indonesia Berikut puisi Karya Parni Hadi yang berjudul Orang Miskin Pindah Tempat. Orang Miskin Pindah Tempat Orang miskin pindah tempat, dari desa ke kota dan pinggirannya. Wajah kemiskinan tetap melekat, sedikit beda cuma gaya penampilannya. Dari orang desa menjadi orang kota, gaya bicara dan pakaian coba beda, tapi kebiasaan lama tetap seperti biasa. Ini gegara urbanisasi. Desa tidak menarik lagi, terutama bagi kawula muda untuk mengais rejeki. Berbondong mereka pindah ke kota dengan bekal kemampuan seadanya. Jadi buruh ongkos murah. Kota jadi penuh tumpah ruah. Orang, di mana-mana orang! Di jalan-jalan, gang-gang dan rumah-rumah sempit yang dikontrak. Mereka kawin mawin dan beranak pinak. Macet dan kumuh di mana-mana. Bencana perkotaan mengintai, gegara over populasi orang miskin. Desa harus dibangun, dibuat menarik agar mengundang rejeki. Desa wisata jadi opsi. Ini bisa kurangi arus urbanisasi. Kemiskinan perkotaan perlu ditanggulangi sambil bersiap hadapi bencana akibat kemiskinan. Urban Disaster Management UDM jadi sebuah pilihan Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mari bergabung di Grup Telegram " News Update", caranya klik link kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.