Jakarta Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) tak lagi gencar meminta D3 bertransformasi menjadi D4.Prodi-prodi D3 saat ini diminta tak memaksakan diri upgrade ke D4. "Jika tetap ingin berada di D3 ya silakan," kata Dirjen Pendidikan Vokasi, Kiki Yuliati, dalam Rakernas Perkumpulan Politeknik Swasta Indonesia (Pelita) di Universitas Multimedia Nusantara Alhamdulillah sholawat dan salam semoga terlimpahkan kepada nabi Muhammad, keluarga dan sahabatnya. Masyarakat di belahan bumi manapun saat ini sedang diusik oleh mitos ' Cinta Sejati ', dan dibuai oleh impian 'Cinta Suci'. Karenanya, rame-rame, mereka mempersiapkan diri untuk merayakan hari cinta "Valentine's Day". Rabu 16 Maret 2022 08:00 WIB. Kegiatan bermain dan berkarya anak-anak usia dini di PAUD Quantumkids Pekanbaru. Pada 11 Januari 2022, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) meluncurkan Kurikulum Merdeka yang tertuang dalam Peraturan Menteri Pendidikan Kebudayaan Nomor 56 Tahun 2022. CaraMengembalikan Mood Wanita & Pria - Setiap sepasang kekasih atau gebetan pastinya pernah mengalami perubahan suasana hati yang tadinya suasana hatinya baik tiba suasana hatinya buruk atau biasa kita kenal dengan bad mood.Bukan hanya gebetan, siapa tahu bisa jadi diri kamu yang mengalami bad mood.Perasaan bad mood ini bisa membuat komunikasi kamu dengan pasangan jadi terganggu, sehingga Guruadalah diri anda sendiri, sang cahaya pembimbing batin. Guru Brahma Kelahiran anda sendiri, sebuah prinsip penciptaan (Guru Brahma), mengandung sebuah potensi pencerahan. Ini termasuk orang tua Anda, hari dan tempat lahir anda dan semua keadaan disekitar kelahiran Anda. Tetapiesensi meditasi yang sebenarnya bukanlah itu, namun untuk mengerti tentang kesejatian diri. Meditasi bisa disebut proses dalam mengembangkan pribadi secara intensif, bisa dengan cara merefleksikan diri tentang apa yang ada di dalam diri kita, dengan mengamati dan menyadari apa adanya tanpa mengimajinasikan sesuatu yang aneh-aneh, apa adanya. Eksistensialismeyaitu pandangan filsafat modern dan berhubungan dengan tujuan dan cara adanya manusia. Pada intinya aliran ini memberikan penekanan individualistis dan kebebasan dimana manusia itu yang menentukan dirinya, tujuan hidupnya, aktifitasnya, dan bebas dari ikatan kelompok. 7Cara Mencari Guru Spiritual Islam Yang Perlu Anda Tahu 1. Pilihlah guru spiritual yang mementingkan kemaslahatan dunia dan akhirat Dalam usaha mencari guru spiritual Islam, Anda perlu memilih seseorang yang mengajarkan kepada muridnya mengenai cara mencapai kemuliaan dunia dan akhirat. Bukan hanya untuk mementingkan kehidupan duniawi saja. 2. Beliaumenjalankan praktek kepertapaan keras yang hampir membawanya pada pintu kematian, dan melihat betapa bodohnya cara tersebut. Beliau menemukan suatu cara meditasi yang berujung pada pencapaian pencerahan sempurna: pencapaian kesadaran atas kebenaran sejati; hancurnya nafsu keinginan, kemarahan, dan khayalan; dan ketenangan serta Bagaimanacara kerja Guru Piano Sejati? Belajar memainkan alat musik membutuhkan banyak ketekunan dan ratusan jam latihan. Namun, jika Anda sedang belajar untuk bermain piano atau Anda ingin mulai melakukannya, jelas bahwa Anda tidak akan dapat membawanya sepanjang waktu untuk memanfaatkan setiap menit gratis yang Anda miliki. n8TZh. Filter ByUpdating statusAllOngoingCompletedSort ByAllPopularRecommendationRatesUpdated Tentang Harga Diri Nicko hanyalah seorang menantu yang tak diharapkan oleh keluarga Windsor. Pernikahannya dengan Josephine, awalnya hanya untuk membalas budi pada Tuan Gilbert Windsor yang banyak membantunya sejak kecil. Meski Josephine memperlakukan Nicko cukup baik dan layak senagai suami, tapi tidak dengan keluarga besarnya. Bagi keluarga besar Windsor, Nicko hanyalah sampah pengganggu. "Jadi, kamu ke sini tidak bawa apa-apa?Memalukan sekali hidupmu," ejek Armando kakak iparnya."Armando, apa kau lupa kalau selama ini ia menumpang hidup pada Josephine dan mertuanya? Dia kan pengangguran," tambah Damian, sepupu Josephine. Begitulah kehidupan Nicko yang selalu menjadi bahan tertawaan dimanapun ia berada. Tentu saja hal ini membuat Josephine semakin bernilai rendah di mata keluarganya yang masih kolot. Hingga suatu hari, Nicko mendapatkan hadiah tak terduga. Ia dipertemukan oleh ayah kandungnya, Phillip Lloyd yang menduduki strata teratas dalam piramida status pun berbalik, Nicko tak lagi menganggap uang adalah masalah. Namun ia memilih untuk menyembunyikan identitas diri yang sebenarnya. Apakah alasan yang sebenarnya? Ikuti terus perjalanan Nicholas Lloyd. viewsCompleted CARA Cara is a second-year college student taking up entrepreneurship. She dreams of becoming a successful businesswoman, so she studies hard to finish college with flying colors, but an unexpected event will change her life. Her parent's business closed, which led them to a huge financial problem. She had to stop studying and work at a convenience store to help his parents pay for their daily expenses. Cara opened a small baking business with Julia, her best friend, and Austin, who secretly likes her. Will they become successful in their chosen career? Will their friendship get through with the problems that will come? Will Austin have the courage to admit his real feelings for Cara? 0867 viewsOngoing Kaisar Naga Bela Diri Perubahan besar terjadi pada diri Long Chen sejak menerima pengkhiatan dari tunangannya. Demi sebuah ambisi, gadis yang juga merupakan teman masa kecilnya itu, tega menusuk dirinya dari belakang dengan pedang yang meninggalkan luka serius di beberapa meridian, termasuk hatinya. Tiada lagi kedamaian bagi Long Chen sesudahnya. Sosok jenius yang selama ini tersemat dalam dirinya leyap sudah, pupus tak berbekas menjadi sampah tiada guna di mata keluarganya. Setiap hari hanya bermalas-malasan dan berbuat nakal di dalam keluarganya, sehingga ia semakin di benci oleh orang-orang di di mata semua orang kini, Long chen hanyalah sampah! Tanpa seorang pun mengetahui sesuatu yang tersembunyi dalam dirinya sejak kejadian itu.“Jenius? Cih, apa itu jenius? Aku akan menginjak jenius itu di kakiku! Aku adalah sang naga, kaisar dari para naga! Jalanku. Takdirku. Hanya milikku!”Ini kisah perjalanan Long Chen mencapai puncak seni bela diri. Melawan iblis, memimpin semua makhluk ke jalan baru dalam seni bela diri. Serta, jalan bagi Long Chen untuk mengetahui jati diri dan orang tuanya. viewsCompleted Hasrat Sang Guru Vidwan Surya adalah seorang praktisi yoga sekaligus dosen Bahasa Sansekerta di sebuah universitas. Oleh klien, kolega, dan mahasiswanya, Vidwan biasa dipanggil Guru Vidwan. Hal itu merupakan bentuk penghormatan mereka padanya. Vidwan bertemu Grisse Anggara di kampus ketika gadis itu mengambil mata kuliah Bahasa Sansekerta. Grisse Anggara merupakan seorang peserta program Pertukaran Mahasiswa. Ketertarikan Grisse pada bahasa-bahasa kuno yang punah atau hampir punah membuatnya mendaftar program pertukaran mahasiswa dan ia pun diterima. Grisse yang polos, pendiam, dan tidak pandai bergaul tentu saja senang ketika salah seorang dosen memberi perhatian padanya. Tidak pernah terlintas dalam benak Grisse bahwa perhatian Vidwan padanya lebih karena lelaki itu sangat berhasrat memilikinya. Hasrat seorang laki-laki dewasa pada perempuan dewasa. Ya, Vidwan begitu menginginkan Grisse menjadi miliknya. Membayangkan Grisse berada dalam kungkungannya saja membuat air liur Vidwan menitik. Hasrat berbalut nafsu Vidwan mendesak minta dipuaskan. Di waktu yang hampir bersamaan, perhatian dan kenyamanan yang diberikan Vidwan berhasil membuat Grisse jatuh hati. Namun, setelah melalui semuanya bersama Vidwan, timbul pertanyaan dalam hati Grisse. Apakah selama ini dia mencintai Vidwan? Atau ia pun merasakan hal yang sama seperti sang guru, yakni hanya sebuah hasrat yang dibalut nafsu. viewsCompleted Cara Berhenti Menyukai Gebetan dalam 1 Bulan Dia tak punya memori ketika SMP, kadang hanya kilasan-kilasan pendek yang muncul seolah ingin mengejeknya yang tak tahu apa-apa. Dan dia tak benar-benar tertarik mencari tahu apa yang terjadi-atau, itulah yang dia perlihatkan ke orang-orang. Kesempatan untuk mencari tahu kembali muncul ketika sahabat lamanya muncul di hadapannya dengan tubuh berlumuran darah, persis seperti kilasan yang kadang muncul hanya untuk menakutinya. Seri Kedua "Stage Play" setelah How to Befriend the So Called Classmate viewsOngoing The Medical Guru He was the youngest guru of martial arts as well as the perfect Mr. McDreamy of the most girls. He had mysterious absolute touch, clear-sighted observation ability and various outstanding talents. But now, he was just an ordinary freshman in University of Jiangjing Chinese Medicine, who wanted to learn Chinese Medicine, see patients, and get into a relationship with a girl in a low-key way. However, in a Mid-Autumn Festival party, he was forced to put on a performance, which shocked the whole audience. The shiny and wonderful university life began from then on. In the university, he met a beautiful and smart School Beauty Jiang Miaoyu who shook his heart slightly. But the road of love was never smooth, even to a perfect hero. He also met a kind and friendly teacher Dr. Shen who discovered his excellent technique and gave him a chance to practice. Besides, his three lovely and interesting roommates were indispensable in his life, although sometimes they looked a little awkward. But this young hero’s life was not always full of happiness without a hitch, some trouble still appeared from time to time. The domineering and imperious President of the Students’ Union Li Qingshi purposely made difficulties for him repeatedly. The stubborn and hardworking martial arts practitioner Chen Cong often challenged him in different ways. Just because of these extraordinary personalities around him, this young hero’s road of struggle looked so amazing... viewsOngoing Kemenangan Dalam Hidup Sebuah kejutan dalam hidup dengan suatu perpindahan, dimana mimpi bisa menjadi kenyataan. Kesempatan untuk mengubah diri sendiri dan menulis ulang masa depan. Kali ini, aku bersumpah akan berjalan sesuai rencana menuju kesuksesan hidup yang terhebat. viewsOngoing Cinta Sejati Dipta Wisnu Pratama seorang laki-laki yang lahir dalam keluarga kaya raya tapi memiliki keterbatasan fisik, berjuang untuk mendapatkan cinta dari wanita pujaannya Anandhila Prameswary yang adalah seorang aktris dan model terkenal. Bagaimana kisah Dipta dan Dhila selanjutnya? Keterbatasan fisik apa yang dimiliki oleh Dipta? Apakah mereka akan berjodoh? viewsOngoing Cinta Sejati Suamiku Dewasa 21+ Mas Gusti masih mengurung diri di kamar setelah kami semua pulang dari pemakaman Mbak Hanin. Tulang rusuk lelaki itu telah pergi untuk selamanya, membawa buah cinta yang sudah dua belas tahun mereka nantikan. Tidak ada yang lebih menyakitkan dari semua ini, aku pun paham. Lalu apa yang harus aku lakukan sebagai tulang rusuk kedua Mas Gusti? viewsOngoing mencari cinta sejati Sebut saja namaku alex,,ini kisah ku waktu masih duduk di bangku sekolah menengah,ini adalah kisah cinta pertama dengan seorang gadis,sebut saja namanya surianti,di awal pertemuan kita,it waktu tahun ajaran baru,,,,,, viewsOngoing Dalam aspek filosofi atau spiritual kebatinan dikenal adanya istilah Aku dan Guru Sejati. Aku adalah orang yang bersangkutan yang sedang mempelajari ilmu. Guru Sejati adalah pihak yang memberi ajaran. Istilah Aku dan Guru Sejati ada dalam semua jenis keilmuan, yang tradisional maupun yang modern, tetapi dalam halaman ini pengertiannya dimaksudkan pada aspek filosofi dari ilmu kebatinan dan spiritual. Di dalam semua jenis keilmuan, ada semacam penjurusan dalam pelajarannya, termasuk di dalam keilmuan kebatinan dan spiritual. Yang pertama adalah aspek pengetahuan yang mengarah kepada aspek filosofi atau spiritual dari sesuatu ilmu yang menjadi ukuran kedalaman ilmu seseorang. Yang kedua adalah ilmu-ilmu atau kekuatan dari keilmuan itu sendiri yang menjadi ukuran ketinggian ilmu seseorang. Pelajaran mengenai aspek filosofi atau spiritual dari sesuatu ilmu seringkali diabaikan oleh orang-orang yang sedang menuntut ilmu. Orang lebih tertarik untuk segera dapat menguasai ilmu-ilmu tertentu yang dipandangnya berguna atau hebat dan kelihatan hasilnya. Sedangkan aspek filosofinya sendiri seringkali diabaikan, karena dianggap hanya formalitas saja dan dianggap hanya pelajaran moral budi pekerti saja yang tidak terkait langsung dengan keilmuannya. Kecenderungannya, orang tersebut akan suka pamer ilmu dan merasa hebat karena merasa berilmu. Padahal, pelajaran mengenai aspek filosofi atau spiritual dari sesuatu ilmu, selain dimaksudkan sebagai ajaran moral dan budi pekerti, tetapi juga merupakan bahan untuk memperdalam suatu keilmuan. Bila aspek filosofi ini ditekuni dengan sungguh-sungguh akan dapat membawa pencapaian keilmuan seseorang kepada tahapan yang tak terduga. Orang berilmu yang juga menekuni aspek filosofi dari keilmuannya, maka ilmunya bukan hanya tinggi, tetapi juga dalam. Aspek filosofi ini menjadi ukuran kedalaman ilmu seseorang dan keilmuan yang dalam dapat menenggelamkan / menangkal keilmuan yang tinggi. Dan seringkali terjadi bahwa orang yang ilmunya tinggi ternyata kalah / tenggelam oleh orang yang ilmunya dalam. Bahkan ilmu yang tinggi dapat dihapuskan / dipunahkan oleh orang yang ilmunya dalam. Orang yang menekuni ilmu kebatinan / spiritual melalui suatu keguruan biasanya akan diajarkan ilmu-ilmu yang sudah menjadi bagian dari program keilmuannya, ada paket kurikulumnya. Biasanya pada tahapan terakhir seseorang belajar ilmu, dia akan diajarkan ilmu-ilmu tertinggi dan ilmu-ilmu pamungkas perguruan itu. Tetapi biasanya masih ada ilmu lain yang tidak diajarkan kepadanya, yaitu ilmu kesepuhan, yaitu ilmu yang hanya akan diajarkan kepada seseorang yang dinilai secara watak dan kepribadian orang tersebut sudah cukup sepuh. Semua ilmu yang diterima oleh seorang murid, biasanya hanya terbatas pada materi keilmuan saja. Ilmu kesepuhan yang diterima seseorang biasanya selain berisi materi ilmu-ilmu tertentu, juga berisi ajaran filosofi tentang materi ilmunya, cara-cara meningkatkan kualitas ilmu, rahasia-rahasia ilmu dan rahasia-rahasia menangkal suatu ilmu, sampai cara-cara menyatukan ilmu seseorang dengan dirinya sehingga seseorang bukan hanya memiliki banyak koleksi ilmu, tetapi ilmu itu juga menyatu dengan dirinya, dan cara-cara memaksimalkan pengembangan penguasaan keilmuan ke tingkatan yang lebih tinggi dan sekaligus dalam, dan memaksimalkan kekuatan diri sendiri sampai membangun kekuatan yang tinggi dengan penyatuan diri dengan alam semesta pengertian alam semesta disini bukan hanya alam lingkungan manusia tinggal, atau bulan, bintang, matahari, dsb, tetapi juga kekuatan dari roh-roh lain dan kekuatan dari roh ke-Tuhan-an. Biasanya ilmu kesepuhan yang diajarkan seorang guru kepada muridnya adalah hasil pencapaian pribadi sang guru. Berbagai ilmu kesepuhan yang ada akan semakin berkurang pada generasi berikutnya, karena selain sedikitnya pribadi yang dianggap pantas menerima ilmu tersebut sehingga ada ilmu yang tidak diturunkan, biasanya seseorang murid juga sudah puas dengan apa yang sudah dimilikinya, sehingga tidak ada dorongan dari dirinya sendiri untuk memperdalam ilmu. Begitu juga dengan aspek filosofi dari keilmuan seseorang, hanya sedikit sekali yang mendalaminya. Pengertian Aku dan Guru Sejati dalam tulisan ini hanya dimaksudkan dalam bidang keilmuan kebatinan dan spiritual saja. Sebenarnya pengertian Aku dan Guru Sejati hadir dalam banyak bidang kehidupan dan segla aspek. Pada tingkatan keilmuan yang tinggi sosok guru sejati ini merupakan pengejawantahan kegaiban seseorang yang menuntun seseorang mengerti dan menguasai keilmuannya dengan lebih mendalam dan menyeluruh dan akhirnya memunculkan juga kemampuan weruh sakdurunge winarah mengetahui sesuatu sebelum itu terjadi, mengetahui masa depan, dan menajamkan indera keenam-nya yang terkait dengan keilmuannya. Pada tingkatan keilmuan yang tinggi Guru Sejati ini adalah sukma kita atau roh sedulur papat kita sendiri, ditambah sukma-sukma dan pribadi-pribadi tertentu yang sudah mengayomi kita secara langsung maupun tidak langsung. Guru sejati ini yang akan menuntun kita dalam olah kebatinan dan spiritual, yang dapat menuntun kita mempelajari dan mengetahui hal-hal tertentu yang akan sulit kita ketahui bila hanya melakukan pencarian sendiri, apalagi mengenai pengetahuan yang sifatnya berdimensi tinggi. Guru sejati ini yang akan mendatangkan / mengajarkan berbagai macam pengetahuan kebatinan spiritual dalam bentuk ajaran langsung, wangsit / wahyu ataupun ilham. Dalam proses laku menekuni ilmu, Aku berperan mengendalikan segala sesuatu yang dilakukan. Dalam semua laku pencarian pengetahuan, mempelajari kebenaran dan aspek pengetahuan di dalamnya, keberadaan sosok guru sejati akan sangat berguna untuk menuntun ke arah pengetahuan yang benar dan dalam tempo yang lebih singkat, dibandingkan bila harus melakukan pencarian sendiri. Sosok guru sejati ini bisa siapa saja, bisa seorang guru manusia, bisa khodam ilmu / pendamping, bisa roh-roh leluhur, bangsa jin, dewa, dsb. Bila kemudian aspek suatu pengetahuan sudah didapatkan, bila tidak ada lagi guru yang dapat menuntunnya, dia dapat melakukan pencarian sendiri ke dimensi pengetahuan yang lebih tinggi mengandalkan kemampuan batin dan sukmanya sedulur papatnya. Aspek Aku dan Guru Sejati ini ada pada semua bidang kehidupan kita sehari-hari, bukan hanya dalam bidang keilmuan batin spiritual. Kita sendiri kadangkala bisa merasakan adanya ajaran-ajaran yang berupa ide-ide dan ilham yang mengalir di dalam pikiran kita. Mengalirnya ide dan ilham di dalam pikiran kita bisa menjadi suatu bentuk “ajaran” sebagai sumber inspirasi untuk ditindaklanjuti, bisa juga adalah jawaban dari pencarian kita. Begitu juga manusia yang hidup di negara maju. Mereka yang menjadi penemu, peneliti, atau pengembang suatu teori ilmiah, pengetahuan, ataupun peralatan modern dan canggih, mereka melakukannya bukan dengan semata-mata mendasarkan pada kecerdasan otak mereka, tetapi terutama mendasarkan diri pada kecerdasan mereka untuk mendayagunakan mengalirnya ide dan ilham di dalam pikiran mereka sebagai sumber inspirasi untuk ditindaklanjuti, bisa juga itu adalah solusi dari permasalahan mereka. Karena itu mereka sangat menghargai ide-ide, pendapat dan pemikiran-pemikiran orang lain walaupun berbeda dengan pemikiran dan pendapat mereka, dan semua perbedaan itu akan menjadi bahan untuk ditindaklanjuti, yang menginspirasi mereka untuk maju membangun. Kontras sekali dengan kehidupan kita disini yang sangat mengagungkan ego dan ke-Aku-an, yang tidak menghargai perbedaan pendapat, malah cenderung mendikte, mengeliminasi / menindas adanya perbedaan pandang, sehingga hidup kita penuh dengan dogma dan doktrin, yang menyebabkan kehidupan kita sulit sekali untuk maju dan peradaban kita sulit sekali untuk menjadi modern. Kehidupan peradaban modern tidak semata-mata diisi dengan pembangunan fisik, peralatan modern atau kekayaan materi, tetapi terutama adalah sikap hidup masyarakatnya yang modern, yang selalu berpikir dan bersikap positif dalam segala hal, yang bersifat membangun, bukan destruktif dan menindas. Contoh Aku dan Guru Sejati yang sederhana dalam kehidupan sehari-hari adalah cerita tentang suatu mahluk hidup yang disebut kuman, yang sering disebut sebagai penyebab suatu sakit / penyakit, yang sedemikian kecilnya ukuran tubuhnya sehingga tidak dapat diinderai dengan mata kita, hanya dapat dilihat melalui mikroskop. Bagi kita yang belum pernah melihatnya secara langsung, kita hanya bisa percaya. Walaupun tidak bisa membuktikan sendiri kebenarannya, tetapi kita percaya, karena kita banyak menerima cerita kedokteran, juga karena ada bukti-bukti berupa foto-foto gambarnya. Manusia di bidang kedokteran / kesehatan atau petugas laboratorium biologi / mikrobiologi dapat menuntun dan mengajar kita, menjadi guru sejati kita, bila kita ingin melihatnya sendiri dan membuktikan kebenarannya berikut aspek pengetahuan di dalamnya. Begitu juga dengan keberadaan mahluk halus di sekitar kita, yang tidak dapat diinderai dengan mata kita. Bila secara rasa batin kita dapat merasakan keberadaannya, kita dapat memperjelas dengan cara penglihatan gaib, atau dengan cara kebatinan / spiritual yang lain. Kemampuan melihat gaib dan berkomunikasi dengan gaib akan sangat berguna untuk melihat sendiri kebenaran keberadaannya. Kemampuan melihat gaib dan berkomunikasi dengan gaib juga akan sangat berguna untuk mendapatkan sosok-sosok gaib yang dapat menuntun kita mengetahui hal-hal gaib yang akan sulit kita ketahui bila hanya melakukan pencarian sendiri, apalagi mengenai pengetahuan gaib yang sifatnya berdimensi tinggi. Pada tingkatan keilmuan yang tinggi Guru Sejati ini adalah sukma kita atau roh sedulur papat kita sendiri, terutama ketika sudah tidak ada lagi suatu sosok yang dapat mengajar dan membimbing kita. Ketika masih dalam kondisi awam, roh para sedulur papat akan bersama-sama dengan kita dalam proses belajar mereka juga ikut belajar, tetapi perkembangan belajar mereka jauh lebih cepat daripada kita, karena secara roh mereka mengetahui hal-hal yang tidak kita ketahui secara fisik dan dapat kemudian memberitahukan pengetahuan mereka kepada kita berupa ide-ide dan ilham atau penglihatan gaib yang mengalir dalam pikiran kita. Mereka mengerti seluk-beluk kehidupan kita, termasuk pekerjaan kita yang terkait dengan teori dan alat berteknologi tinggi ataupun teori-teori ilmiah tingkat tinggi. Karena itu bila kita aktif memperhatikan interaksi / pemberitahuan dari mereka itu, kita akan lebih mudah dalam mempelajari sesuatu apapun dalam kehidupan kita dan tidak akan menemukan jalan buntu di dalam suatu permasalahan. Mereka akan aktif hadir di dalam perenungan-perenungan. Roh kita sebagai Pancer, sebenarnya juga bersifat roh, sehingga juga dapat mengetahui hal-hal yang bersifat roh. Tetapi secara duniawi roh Pancer ini terbelenggu dalam kehidupan biologis manusia, sehingga manusia tidak peka dengan hal-hal yang bersifat roh. Karena itu seringkali seseorang harus bisa membersihkan hati, pikiran dan batinnya, harus bisa melepaskan belenggu keduniawiannya, untuk bisa mendalami hal-hal yang bersifat roh dan keTuhanan. Di dalam proses pencarian spiritual, roh sedulur papat dan roh para leluhur akan saling berinteraksi, menjadi Guru Sejati yang akan berperan mendatangkan / mengajarkan ilmu dan pengetahuan kepadanya, walaupun orang yang bersangkutan tidak mengetahui siapa sajakah para pribadi yang sudah menjadi guru sejatinya. Itulah sebabnya, seseorang yang mempunyai garis keturunan orang ilmu akan lebih mudah mempelajari sesuatu ilmu, dibanding orang lain yang tidak mempunyai garis keturunan orang ilmu. Sesuatu objek yang sudah kita ketahui keberadaannya, kemudian kita pelajari sisi pengetahuan spiritualnya, aspek asal-usul keberadaannya, sifat-sifatnya, tujuan keberadaannya, apa saja perbuatannya, dsb. Secara pribadi pengetahuan itu akan menjadi pengetahuan yang bersifat kebatinan / spiritual, walaupun yang kita pelajari adalah bidang teknis modern. Seseorang yang mempelajari dunia spiritual, atau bahkan yang digelari master spiritual sekalipun, tidak berarti ia mengetahui segala-galanya. Tentang aspek pengetahuan apa saja yang diketahuinya dan akan menjadi sejauh mana pengembangan spiritualitasnya akan tergantung pada interest masing-masing. Dan sosok guru sejati yang bersamanya akan mengajarkan segala sesuatu sesuai bidang pengetahuannya masing-masing. Seseorang yang sudah mendapatkan pencerahan’ tentang sesuatu, apapun itu, sudah seharusnya ia berusaha mengenali siapa sajakah yang telah menjadikannya kaweruh, kemudian memberikannya penghormatan khusus dan mendekatinya untuk mendapatkan pengajaran yang lebih lanjut dan mendalam. Siapa tahu mereka yang telah berkenan kepadanya itu ada juga para leluhurnya yang telah menerima wahyu kesepuhan, yang kemudian jika mereka berkenan membuka diri lebih lanjut, mungkin segala sesuatu “ilmu” akan diturunkan kepadanya, walaupun yang sedang dipelajarinya itu adalah pengetahuan teknis modern futuristik masa depan. Mungkin juga kemudian para Dewa-pun akan berkenan menurunkan wahyu keilmuan / spiritual kepadanya. Aspek penting Guru Sejati hadir di dalam keilmuan kebatinan dan spiritual dengan penekanan pada usaha untuk mengenali siapa saja yang menjadi guru sejatinya dalam proses keilmuannya, supaya seseorang bertekun kepada gurunya itu untuk mendapatkan bimbingan yang mendalam. Ketika sudah tidak ada lagi suatu sosok yang dapat menjadi guru pembimbing, maka roh sedulur papat akan menjadi pembimbingnya yang utama, yang akan aktif memberikan ide dan ilham, penglihatan gaib, dan jawaban dari berbagai pencarian dan pertanyaan, dan menuntun pada pengetahuan yang lebih tinggi untuk ditindaklanjuti. Inilah aspek penting dalam dunia kebatinan jawa yang menekankan pengenalan pada roh sedulur papat, sehingga muncul konsep Sedulur Papat Kalima Pancer sebagai Guru Sejati bagi seseorang yang penekanannya adalah pada penyatuan interaksi antara seseorang Pancer dengan para roh sedulur papatnya. Dan bila saja para dewa berkenan sehingga seseorang menerima suatu wahyu keilmuan / spiritual / kesepuhan dalam dirinya, maka keberadaan wahyu itu akan melipatgandakan kemampuan orang tersebut dalam memahami dan mempelajari pengetahuan yang berdimensi tinggi termasuk pengetahuan yang bersifat teknologi modern masa depan. Biasanya sedulur papat akan aktif tersugesti oleh laku pancernya, yaitu akan aktif mengikuti apa saja yang dijalani oleh pancernya orangnya, baik dalam laku kebatinan dan spiritual maupun dalam aktivitas kehidupan modern, apalagi yang bersifat pengetahuan tingkat tinggi dan berdimensi tinggi. Dalam kondisi itu aktifnya sedulur papatnya adalah karena tersugesti oleh laku pancernya, sedulur papatnya akan aktif mencarikan inspirasi dan pengetahuan berdimensi tinggi dan memberitahukannya kepada pancernya, sehingga pancernya juga menjadi tahu. Dalam kondisi yang seperti ini pancernya sudah bisa menjadikan sedulur papatnya itu sebagai Guru Sejati-nya yang mengajarkan segala sesuatu pengetahuan kepadanya, yang memberikan banyak pengetahuan dan inspirasi untuk ditindaklanjuti. Dalam proses belajar, banyak pihak yang bisa menjadi Guru Sejati kita, terutama adalah pihak-pihak yang nyata-nyata sudah mengajar kita, yang sudah menjadikan kita menguasai suatu ilmu atau pengetahuan. Konteks Sedulur Papat sebagai Guru Sejati kita muncul ketika tidak ada lagi pihak yang menuntun dan memberi kita ajaran, sehingga kita harus mempelajarinya sendiri. Dalam kondisi ini kita mempelajari sesuatunya sendiri, mengandalkan kecerdasan pikiran dan kecerdasan batin kita sendiri. Dalam kondisi ini interaksi dengan sedulur papat akan lebih intensif, berupa mengalirnya ide dan ilham sebagai inspirasi untuk ditindaklanjuti, walaupun tidak kita sadari bahwa ide dan ilham itu berasal dari para roh sedulur papat. Keilmuan dan pengetahuan yang didasarkan pada kesadaran akan kesejatian manusia akan dapat dengan lebih cepat berkembang dan meningkat, karena manusia yang menyadari kesejatiannya akan juga mengenal potensinya sebagai mahluk biologis dan sebagai mahluk roh. Pengetahuan yang tidak diketahui secara fisik manusia akan dapat diketahui secara roh. Dan apa yang sudah dapat diketahui secara roh akan menunjang pengetahuan duniawi manusia. Tidak selamanya dalam semua hal yang kita tekuni kita akan menemukan suatu sosok yang dapat mengajar atau membimbing kita. Aspek roh sedulur papat menjadi penting karena mereka selalu ada pada kita, dan apapun kebaikan dan kekuatan yang dimiliki oleh sedulur papat itu, efeknya akan selalu berimbas kepada kita, menjadi kebaikan dan kekuatan kita juga, karena mereka adalah bagian dari diri kita sendiri. Kekuatan mereka dan penghayatan kita pada kebersamaan mereka, akan mewujudkan suatu kekuatan batin dan sukma yang akan berguna dalam melandasi kemantapan perbuatan-perbuatan dalam kehidupan kita sehari-hari. Karena itu seringkali dikatakan, dalam hubungannya dengan kebatinan jawa, bahwa ilmu seseorang sudah mencapai puncaknya apabila sudah dapat menemui wujud Guru Sejati, yang tidak lain adalah roh sedulur papat, yang wujudnya secara halus benar-benar mirip orang yang bersangkutan. Tetapi sebenarnya itu barulah awal dari suatu tahapan yang penting. Hanya sekedar bisa melihat atau bertemu dengan roh sedulur papat tidak akan berarti apa-apa dan tidak akan memberi manfaat apa-apa. Tetapi kesempurnaan akan didapatkan jika seseorang bisa mendayagunakan kesatuan sedulur papat dengan orang itu sendiri dalam setiap usaha dan perbuatannya. Pendayagunaan roh sedulur papat sebagai Guru Sejati dapat dilakukan dengan memperhatikan semua pemberitahuan dari mereka yang berupa rasa dan firasat, penglihatan gaib, ide dan ilham, dan jawaban dari berbagai pertanyaan dan permasalahan, atau menjadikannya sebagai satu kekuatan batin dan sukma yang mendasari perbuatan-perbuatan, atau pada tingkatan yang lebih tinggi dapat mendayagunakannya sebagai suatu pribadi yang bisa diajak berpikir dan berkomunikasi seolah-olah mereka adalah sosok-sosok roh lain yang berdiri sendiri-sendiri. Dalam pencapaian kebatinan dan spiritual yang tinggi orang akan mencari kekuatan tertinggi dalam kehidupan manusia, sehingga kemudian mereka akan menemukan konsep tentang Tuhan, yang kemudian “Tuhan” itu ditindaklanjuti dalam pencarian kebatinan spiritual mereka dan kekuatan Tuhan itu Roh Agung Alam Semesta akan mengisi juga kekuatan mereka. Karena itulah pada tingkat kebatinan spiritual yang tinggi orang akan bertekun dalam kebatinan spiritual ketuhanan dan menyelaraskan sikap batin dan cara hidup mereka dengan sifat-sifat Tuhan yang mereka kenal, bukan menyelaraskan diri dengan kekuatan alam dan duniawi lagi. Pada tingkatan ini diyakini bahwa yang menjadi Guru Sejati mereka adalah Tuhan Roh Agung Alam Semesta dan sedulur papat mereka, yang diyakini sudah menginspirasi mereka dan memberikan kekuatan dan perlindungan kepada mereka, sehingga kemudian orang akan sampai pada konsep-konsep hubungan manusia dan Tuhan seperti konsep Manunggaling Kawula Lan Gusti, Sangkan Paraning Dumadi, Sukma Sejati, dsb.. Penekanan terhadap Aku, menjadikan seseorang mudah puas diri dan sombong atas apa yang telah berhasil diraihnya. Semua yang telah dicapainya dan yang dimilikinya dianggapnya sebagai hasil usahanya sendiri, hasil prestasinya sendiri, sering melupakan siapa saja yang telah berjasa atas apa yang telah diraihnya. Semua yang dilakukannya hanyalah untuk mengejar kepuasan diri dan ke-Aku-annya. Pengenalan diri terhadap Aku dan Guru Sejati akan menjadikan seseorang lebih mengenal dirinya, dan mengetahui sejauh mana pengembangan yang akan bisa dilakukannya. Pengenalan diri terhadap Aku dan Guru Sejati akan menjadikan seseorang lebih mampu menerima ide-ide / ilham / wangsit untuk pengembangan diri dan kepribadiannya. Pengenalan diri terhadap Aku dan Guru Sejati akan menjadikan seseorang mau belajar dan menerima ajaran dari siapa saja yang berguna untuk pengembangan diri dan kepribadiannya, dan tidak akan merendahkan seseorang ataupun suatu ajaran. Pengenalan diri terhadap Aku dan Guru Sejati akan menjadikan seseorang berusaha mengenali siapa sajakah yang telah memberinya ajaran, kemudian memberikannya penghormatan khusus dan mendekatinya untuk mendapatkan pengajaran yang lebih lanjut dan mendalam. Guru bisa dicari kemana saja, jika diperlukan, dari satu guru ke guru lain yang lebih tinggi. Hasil pencapaian seseorang tergantung pada usahanya sendiri dan pribadi guru yang menjadi pembimbingnya. Pencarian spiritual yang tinggi akan membawa seseorang kepada suatu tahapan yang tak terduga. Masing-masing guru akan memberikan pencerahan’ kepada yang diajarnya. Ketekunan kepada Guru Sejati akan mengantarkan seseorang kepada tingkat Tercerahkan. Wassalam… Oleh Sabihis Al-BashirFounder Great Insani Learning, Kandidat Magister Filsafat UIN guru pernah mengatakan bahwa apapun yang kita letakkan paling utama dalam hidup, itulah yang akan menjadi puncak eksistensi diri kita. Jika kita berpikir bahwa pekerjaan adalah hal yang utama karena ia mendukung kehidupan kita, sesungguhnya itu adalah sebuah jalan pemikiran yang keliru. Yang sebenarnya mendukung kehidupan kita adalah the self, sang diri sejati, yakni Kesadaran-kita. Pekerjaan adalah salah satu channel atau saluran atau ekspresi dari the self. Namun, kita tidak menyadari ini. Kita hanya menganggap bahwa pekerjaan adalah segala-galanya, sementara kita melupakan sesuatu yang lebih besar di dalam diri kita. Itu sebabnya kita tidak pernah merasakan kebahagiaan dan kedamaian yang berkelanjutan, yang kita dapat setiap hari adalah penderitaan dan kita tahu bahwa Tuhan akan selalu menjaga hidup kita, dan kita hidup berdasarkan kesadaran ini di mana pun kita berada serta pekerjaan apapun yang kita lakukan tanpa ada kekhawatiran dan keraguan, niscaya hidup kita akan terasa damai dan harmoni. Kepanikan dan kekhawatiran adalah sumber segala masalah. Keraguan dan ketidakhadiran iman kepada Tuhan dan menjauhnya kita dari kesadaran adalah inti masalah itu sendiri. Bahkan, kesalahan halus yang sering kita lakukan adalah merasa jauh dan terpisah dari kesadaran Ilahi ini. Oleh karena itu, kita harus meletakkan perhatian dan usaha untuk menemukan kesadaran diri sebagai hal yang paling utama dalam hidup kita hingga akhirnya kita bisa menemukan diri sejati yang di bagaimana dengan liburan dan jalan-jalan, serta pekerjaan harian kita? Sebenarnya kemanapun kita pergi, kita membawa diri kita sendiri. Jika kita adalah orang yang sedang bersedih, kemanapun kita pergi kesedihan itu selalu ikut bersama kita. Demikian juga, kegalauan, kesedihan, kebahagiaan, kesenangan, kegelisahan, keraguan, kekhawatiran, kebingungan, dan harapan tidak berpindah tempat ketika kita pergi, mereka akan selalu ikut kemana saja kita kita berpikir mereka akan menghilang manakala kita ambil liburan dan jalan-jalan. Yes, untuk beberapa hari mungkin mereka akan diam dan tidak mengganggu liburan kita, tapi tidak lama kemudian mereka datang lagi memberi bumbu dalam perjalanan hidup kita. Jika kita sedang tidak merasa harmoni, kita melihat kesalahan di semua tempat dan keadaan. Hotel ini tidak nyaman. Restoran ini kurang bagus, makanannya kurang enak. Orang-orang di sekitar kita tidak menyenangkan dan kita merasa tidak diterima oleh semua orang. Itu semua terjadi di dalam diri kita dan bukan di luar diri kita. Di luar diri kita semuanya harmoni dan tidak gagal dalam ucapan dan perbuatan. Pahamilah ini secara orang yang ingin benar-benar bangun dan terbebas dari penderitaan, dia harus mengutamakan ajaran tentang pencerahan dalam hidupnya. Dia harus punya keinginan yang kuat untuk mendekati Tuhan, tidak hanya sekedar sambil angin lalu. Seringkali terjadi bagi banyak orang, ketika persoalan kehidupan semakin rumit, mereka mulai berpaling dari kesadaran akan Tuhan menuju kesadaran akan materi. Jika ini terjadi, hal itu menunjukan bahwa kita belum punya keinginan yang cukup kuat untuk bangun dan harus sampai pada suatu kesimpulan bahwa kedamaian dan kebahagiaan itu adanya di dalam kita, bukan di luar diri kita. Tapi untuk mencapai itu, sesuatu dalam diri kita haruslah kuat. Jiwa dan ruh kita haruslah kuat, jangan lemah. Kalau jiwa dan ruh kita kuat, kita akan merasakan kebahagiaan dan kedamaian itu mengalir bersama kehidupan kita setiap semua realitas dan kejadian yang kita alami selama ini adalah ekspresi atau proyeksi dari jiwa dan ruh kita sendiri. Oleh karena itu, jika kita mencari kedamaian dan kebahagiaan, ia ada di dalam diri kita. Jika kita ingin merubah suasana di lingkungan sekitar kita, jawabannya juga ada di dalam diri kita. Apapun yang kita butuhkan untuk menikmati hidup ini itu ada juga di dalam diri kita. Kita harus bertanya secara tulus pada diri kita sendiri, apa benar aku ini ingin damai dan bahagia serta tercerahkan?Apabila kita berbuat baik, maka tentu akan menuai hasil perbuatan baik kita. Terkadang kita menghindar dari menjalani kehidupan spiritual karena kita merasa kita sudah bahagia. Sejak kita memiliki hal-hal baik dalam hidup selalu terjadi pada kita, kita lupa bahwa segala sesuatu itu berubah. Keberuntungan kita mungkin akan berakhir hari esok, dan itu bisa saja terjadi. Hari ini kita bahagia dan merasa keberuntungan berpihak pada kita, mungkin saja esok hari atau lain waktu kita menjadi orang yang paling dunia ini adalah gurauan semesta. Ia bermain dengan kita. Ia ingin kita menjadi bergantung kepadanya. Pikiran kita terbentuk dengan sangat kuat untuk meneguhkan betapa terikatnya kita dengan alam material ini. Hanya sedikit orang yang mampu menghindari keterikatan ini. Dalam kitab suci dikatakan, di antara seribu orang manusia hanya satu yang benar-benar mencari Tuhan. Dan di antara seribu orang itu pula hanya satu orang mampu menemukannya. Hal ini bukan karena sulit menemukan Tuhan melainkan karena keterikatan kita yang terlalu kuat dengan kehidupan material dan tidak benar-benar ingin mencari pembebasan tidak mungkin menemukan jati diri atau mendekati Tuhan manakala kita asyik dengan kehidupan material ini. Tapi, bukan berarti kita juga harus menjadi pertapa dan menanggalkan kehidupan duniawi. Hanya yang perlu kita lakukan adalah menetapkan apa tujuan utama dalam hidup kita. Apakah tujuan utama kita itu mencapai kenikmatan, mencapai kekayaan, kekuasaan dan popularitas atau sesuatu yang lebih tinggi dari itu? Diri kita akan lelah jika terus-terusan memperjuangkan hal-hal yang sementara ini, sampai suatu saat kita dibenturkan pada kenyataan terbawah kita yaitu sakit, tua, menderita, dan segalanya hilang terambil dari kita. Maka, katakan, “Tidak!” Sebab itu semua adalah sekunder. Yang primer adalah menemukan diri sejati’ kita, dan fokuslah ke kita percaya bahwa segala sesuatu telah berada dalam takdirnya dan segalanya dicukupi oleh Tuhan, maka itu sangat mungkin terjadi manakali kita bisa menemukan diri sejati’ kita. Bahkan, diri sejati’ itu akan lebih baik melakukan pekerjaannya menjaga dan mencukupi kehidupan kita lebih dari yang kita lakukan. Oleh karena itu, kita tidak perlu terus-menerus memikirkan urusan dunia dan keinginan dari tubuh ini sepanjang waktu, melainkan fokus lebih banyak mencari diri sejati’ kita sebelum habis masa harus mulai mengerti bahwa hanya diri kita yang dapat melarutkan ilusi kehidupan sementara ini dan bangun untuk menemukan kebenaran dari diri sejati’ kita. Cukuplah mulai dengan kesadaran bertanya di mana kita sekarang dan apa yang kita lakukan sepanjang hari. Kita perlu bertanya lebih dalam apakah yang kita lakukan setiap hari ini benar-benar esensial untuk menemukan diri sejati’ atau hanya sekedar rutinitas memenuhi ambisi kita mungkin berdalih dengan alasan hanya memenuhi kebutuhan hidup. Tapi coba kita merenung lagi, bukankah kebutuhan hidup yang tidak bisa dihindari ini adalah konsekuensi keinginan kita di masa lalu? Kita punya kebutuhan’ membayar cicilan, itu karena keinginan’ kita di masa sebelumnya. Kita perlu’ menjaga dan mengembangkan perusahaan, itu karena ambisi kita di masa lalu. Ini tidak salah tapi kita tidak bisa lari dari konsekuensi. Kita hanya perlu melihat kehidupan kita dari sudut pandang yang lebih baik renungkan hari ini saat kita mulai terbangun di pagi hari. Seberapa sering kita merenungkan keinginan untuk menemukan diri sejati’. Atau jangan-jangan keinginan itu sudah hilang dan tergantikan oleh banyaknya pekerjaan serta ribetnya urus ini dan itu. Tiap bangun pagi, kita sibuk ngecek handphone, lihat orang update status tentang apa, lihat perkembangan politik dan ekonomi dunia seperti apa. Tiap bangun pagi kita langsung berpikir apa-apa saja yang akan kita kerjakan hari ini dan target apa yang harus kita capai. Lagi-lagi, ini tidaklah semuanya salah, tapi apa benar kita mau melakukan itu sepanjang hidup kita? Apakah benar kita tidak ingin menemukan diri sejati’ kita sebelum kita mati?Coba renungkan aktivitas harian kita saat kita terbangun di pagi hari. Seberapa sering kita mempraktikan perenungan dan pencarian tentang diri sejati’ kita secara sungguh-sungguh. Seberapa sering kita memohon kepada Tuhan agar menolong kita keluar dari keterikatan ilusi duniawi kita. Seberapa sering kita berpasrah’ kepada Tuhan agar kita diberi kecukupan, kebebasan, kedamaian dan sungguh, kita tidak sering melakukannya karena kita merasa mampu berdiri di atas kaki sendiri. Kita merasa adalah bagian dari situasi dunia, yang harus ikut membuat perubahan dan berlomba-lomba mencapai setiap keinginan kita. Kita merasa adalah bagian dari tempat yang kita tinggali. Kita merasa adalah bagian dari waktu, keadaan, personalitas, dan persoalan-persoalan di sekitar kita. Inilah yang dikatakan guru-guru sejati yang membuat kita lupa akan diri sejati’ kita. Mereka mengatakan,’diri sejati’ itu sudah ada di dalam diri kita, sudah ada sejak lahir dan akan selalu ada. Pertanyaanya, apa yang sudah kita lakukan untuk membuktikannya?Saat kita khawatir, kita menjauh dari pencarian diri sejati’ ini. Meskipun kita percaya bahwa kita memiliki sesuatu untuk dikhawatirkan. Dan hal itu mungkin sangat penting bagi kita tapi kalau kita lihat dari sudut pandang yang lebih tinggi hal itu sama sekali tidak perlu dikhawatirkan. Sama sekali tidak perlu dikhawatirkan. Tidak peduli bagaimana bentuk kekhawatiran itu muncul tapi sadarilah bahwa sesuatu yang membuat kita khawatir itu adalah sebentuk penampilan dari fenomena dunia yang akan merusak konsentrasi kita dalam pencarian diri sejati’. Bukan berarti kita tidak peduli hal-hal yang mengkhawatirkan di sekitar kita melainkan kita harus mampu melihat darimana sumber kekhawatiran itu dan untuk apa kekhawatiran itu datang, dan siapa sesungguhnya yang sedang mengalami kekhawatiran itu. Jangan-jangan itu hanyalah pikiran kita saja sementara dalam realitasnya tidaklah kita memiliki rasa takut, ketakutan dalam bentuk apapun, lagi-lagi kita menjauhkan diri dari pencarian diri sejati’ kita. Tetapi sebenarnya, apa sih yang kita takuti sementara kesadaran akan diri sejati’ ada di dalam diri atas sudah disebutkan bahwa manakala kita sadar akan diri sejati kita, kita akan selalu dijaga oleh Tuhan. Kita tidak akan dibiarkan menderita. Kita tidak akan dibiarkan dalam kegelisahan, kecemasan, kepanikan, kebingungan dan keraguan. Melainkan kita akan dianugerahkan kesadaran, kedamaian, ketenangan, kebahagian, keyakinan dan keimanan. Tidak ada yang lain lagi. Kitab suci mengatakan, “Saat kita aman dalam hidup, maka saat itulah kita dalam perlindungan Tuhan”.Oleh karena itu, hati-hatilah dengan pikiran kita sendiri yang sering ber-manuver menyebabkan rasa gelisah dan takut serta salah paham terhadap berbagai aspek dari kehidupan kita. Baik dan buruk adalah seperti dua sisi yang berbeda dari satu koin yang demikian, kita tidak perlu mencoba untuk merubah sikap buruk manusia menjadi sikap baik darinya. Kita hanya perlu melampaui keduanya. Sebab baik dan buruk itu tergantung dari sudut pandang mana kita melihat. Sudut pandang di mana tempat kita melihat dan menilai datang dari isi pikiran kita pikiran kita sendiri tidak dapat menjadi sebuah ukuran kebenaran dalam menilai, kecuali pikiran kita dibimbing oleh diri sejati’ yang sudah hadir dan aktif dalam diri kita. Tidak ada yang salah dalam setiap episode kehidupan kita. Terkadang, kita harus mengalami baik dan buruk suatu keadaan, sengsara dan gembira suatu peristiwa, salah dan benar dalam bersikap, semua itu justru untuk memperkuat otot-otot hidup kita agar kita bisa mengambil hikmah dan pelajaran darinya, sehingga makin hari kualitas hidup kita makin bagi dari sudut pandang kesadaran diri sejati. []